Senin, 14 November 2011

Datuk Muhammad Akib

Kiagus Haji Datuk Muhammad Akib
Beliau adalah seorang syekh tarekat Syathariyah Sammaniyah, ulama sufi dan waliyullah Palembang. Nama dan silsilah lengkapnya ialah Kiagus Haji Muhammad Akib bin Kgs.H.Hasanuddin bin Khalifah Jakfar bin Kgs.Muhammad Khalifah Gemuk bin Ki. Bodro Wongso bin Pangeran Fatahillah Gunung Jati dan seterusnya sampai ke nabi Muhammad Saw. Ia lebih dikenal dengan sebutan Datuk Akib.
Dilahirkan pada tahun 1760 oleh ibunya, Syarifah Habibah binti Sayid Muhammad bin Amir Thoyib Jamalullail, seorang gadis keturunan Arab berasal dari Guguk Kampung Anyar di lingkungan Masjid Agung. Akib merupakan putra sulung dari enam bersaudara. Dasar-dasar pendidikan agamanya didapat dari ayahnya sendiri, Syekh Hasanuddin dan kakeknya. Ayahnya, selain ulama, juga menjabat sebagai Panglima Kesultanan Palembang Darussalam. Oleh sebab itu, setelah wafatnya dikuburkan di Kawah Tekurep komplek pemakaman Sultan Mahmud Badaruddin I. Sedangkan bibinya Nyayu Badariah binti Kgs.Jakfar menjadi mertua SMB I, karena anaknya Nyimas Naimah menikah dengan sultan dan juga dimakamkan di dalam Gubah Kawah Tekurep.
Selanjutnya Akib berguru kepada ulama-ulama besar Palembang waktu itu, seperti: Sultan Muhammad Bahauddin, Sayid Sulaiman, Syekh Pahang, dll. Oleh sultan ia dikirim ke tanah suci untuk melanjutkan studinya. Di Haramain ia berguru kepada para ulama terkenal dari berbagai disiplin ilmu, yang paling utama dan berkesan baginya ialah Syekh Abdus Somad al-Palembani, mempelajari tasawuf serta mengambil ijazah Tarekat Syathariyah Sammaniyah. Ia juga ahli dalam ilmu fiqih, hadis, sanad, pengobatan serta hafal al-Qur’an, dan dapat kehormatan menjadi imam di Masjid Nabawi Madinah.
Setelah kembali ke Palembang, bersama keluarganya ia menetap di Guguk Pengulon di lingkungan Masjid Agung, menjadi Imam Besar Masjid Agung Palembang dan khalifah Tarekat Syathariyah Sammaniyah. Di sini pula ia mendirikan majelis ta’lim yang banyak didatangi santri-santri dari berbagai daerah. Untuk memudahkan para santrinya membersihkan diri selama mondok, dibuatlah sebuah kolam berukuran 12×6 meter. Kolam ini dikenal dengan “Kambang Ijo” (Kolam Hijau) dan sayangnya kolam bersejarah ini kini telah ditimbun untuk pembuatan jalan.
Murid-muridnya yang terkenal dan berpengaruh dalam syiar Islam di Sumatera Selatan sangat banyak di antaranya putra-putranya sendiri, Kgs.H.Abdul Malik (khatib imam Masjid Agung) dan Kgs.M.Said. Muridnya yang lain adalah: Sayid Hasyir Jamalullail, Syekh Kgs.Abdullah bin Makruf, Datuk Sidiq, Ki.Marogan, Syekh Nawawi Banten, dll.
Datuk Muhammad Akib wafat pada hari Selasa, tanggal 29 Rabiul Akhir 1265H atau 1849M, pemakamannya dikenal dengan sebutan keramat “Gubah Datuk” di 24 ilir, dan sering diziarahi penduduk untuk ngalap berkah. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kampung 19-22 ilir (Jl.Datuk M.Akib). Sedangkan lingkungan tempat tinggalnya dikenal dengan Guguk Pengulon berlokasi di belakang Masjid Agung, Kampung 19 ilir, Jalan Guru-guru (kini Jl.Faqih Jalaluddin).

10 komentar:

  1. apakah masih ada keturunan beliau (kiagus haji muhammad akib) sampai sekarang...? mohon kasih grafik silsilahnya...
    adakah keturunan beliau yg hijrah ke surabaya.... sbb kakek sy bernama nyimas ning binti kemas zainuddin.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum we.wb,saya. IBU ENDANG WULANDARI Dri jawah timur tapi sekarang merantahu di teiwan bekerja sebagai pembantu ingin mengucapakan banyak terimah kasih kepada KI KANJENG DEMANG atas bantuan AKI. Kini impian saya selama ini semaunya sudah tercapai kenyataan dan berkat bantuan KI KANJENG DEMANG pula yang telah memberikan Angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D. Dan alhamdulillah berasil tembus. Dan rencana saya ingin Mau pulang ke kampung kumpul kembali degang keluarga saya sekali lagi makasih yaa KI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 400rb Dan akhirnya saya menang. berkat angka gaib hasil ritual AKI KANJENG DEMANG saya sudah buka usaha warung makan Dan suami saya peternakan. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya, Dan saya ATAS Nama IBU ENDANG WULANDARI sekali lagi saya betul betul sagat berterima kasih kepada AKI Dan saya minta Maaf kalau Nama AKI saya tulis di internet itu semua saya lakukan karna saya Mau ada orang yang meminta bantuan Sama AKI agar seperti saya sudah sukses. Dan membatu orang orang yang kesusaan. bagi anda yang ingin seperti saya silahkan HUB / KI KANJENG DEMANG di Nomor INI: 081 / 234 / 666 / 039 / insya allah AKI akan membantu anda karna ramalan KI KANJENG DEMANG memiliki ramalan GAIB yang bagus Dan dijamain tembus

      Hapus
  2. Laskar fi sabilillah @ di palembang ada keluarga nya sampai sekarang, termasuk ibu saya bermarga JAMALULLAIL, main2 aja ke 19 ilir insyaallah kita bisa pererat silaturahim

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum
    Saya sedang mencari silsilah keluarga palembang,,sy kms muhamad Rifki bin kms haji achmad thamrin bin kms muhammad tojib bin kms haji aliutih...menurut uwa kms haji tohri (kakak ayah saya) saya keturunan haji akib...apakah bs diperlihatkan grafiknya?

    BalasHapus
  5. Saya coba perhatikan silsilah kiagus ini ada beberapa postingan yg menjelaskan bahwa awal mula nya dari ki agus ju ( banten girang )bisa di search di google .
    Mohon penjelasan .

    BalasHapus