Sabtu, 19 November 2011

kebohongan cerita sejarah di jawa


Ketika saya di banten tahun 1989 saya banyak mendengar berbagai cerita  tentang cerita penyerangan banten di palembang di mana di kisahkan tentang kemenangan banten dan terbunuhnya seorang panglima banten yang masih muda bernama Arya Dillah... semua itu bohong cuma cerita menyenangkan hati yang mana banten dalam tiga kali perang semuanya kalah oleh palembang. Ada lg yg lucu kq banyak yg bilang kalau Adtya Warman ataupun kata Warman berarti berperisai Matahari, padahal dalam teks manapun tidak ada rujukan yg menyatakan kata itu berarti berperisai Matahari..... dan ada pula cerita expedisi pamalayu di mana di ceritakan banyak orang tentang penaklukan seantero melayu oleh jawa.... itu juga cerita yg terlalu di besar besarkan orang2 jawa walaupun expedisi pamalayu itu memang ada tapi tidak ada bukti penyerangan oleh puyang kerbau menyebrang [Patih Mahisa Anabrang] ke palembang dan sekitarnya. Dalam kitab negara kertagama  tidak menjelaskan demikian, sedang bila kita simak dari serat paparaton akan menimbulkan keraguan karna pada serat paparaton banyak kesalahan pada tokoh dan zaman yg berbeda dan tidak terterah nama Mahisa Anabrang dalam paparaton, mungkin karna ia menyebrang ke sumatra di sebutlah ia Anabrang. Dan adapun di tuliskan expedisi itu membawah 7 permata mutu manikan dan 7 panditha sebagai tanda kebesaran Raja Singasari yg ingin menyatukan Nusantara dan di nikahi dua putri melayu sebagai ikatan kekeluargaan antara jawa dan sumatra. Dan di katakan pula dalam cerita tersebut sejarah di jawa tentang kesuksesan expedisi pamalayu meliputi semenanjung malaya dan tumasik...itu bohong !.... boro boro naklukin seluruh melayu wilayah kulon jawa aja ngk.....betul2 sejarah  di negri ini sejarah yg penuh dengan kebohongan pantesan pejabatnya rata2 pembohong...udah keturunan kali...hahahahahhaa....  paling2 perang yg besar di zaman itu tentang penaklukan bali itupun harus di bantu 12 puyang dari sumsel, 6 Arya sanak yg di pimpim arya Damar. Karna patih Gajah Mada keder dengan ilmu orang bali yg terkenal mumpuni dalam Ilmu Bhairawa. Nah untuk membuktikan bahwa semua itu penuh dengan bumbu kebohongan inilah salah satu contohnya [Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Karena memiliki ilmu yang linuwih, ia pernah diutus oleh Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram, Iapun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya. Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi ia banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka atau jimat dan benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian di kirabkan setiap bulan Sapar pada setiap tahunnya. Bagaimana mungkin di zaman brawijaya v saja kerajaan sriwijaya sudah ngk ada lagi apa lagi di zaman keturunanya....wele wele wele ....contoh bukti yg ke dua (setelah demak mengalahkan portugis di malaka lalu palembangpun di taklukan banten pada tahun 1596 penulisnya jimmy wales) ini betul2 ngawuuuuuurrr !!!.....   jelas2 demak kalah dan patih unus terbunuh dan sultan bantenpun terbunuh di palembang ....sejarah kq di bulak balik ?!......sekarang mari anda saya ajak kilas balik pada serentetan peristiwa di tanah melayu kita awali saja pada expedisi pamalayu yang mana itu terjadi di swarna Bhumi...Suvarnabhumi yg di maksud ini bukanlah palembang tapi di wilayah tengah sumatera karna suatu kesalahan jika menafsir itu ada di palembang di dalam expedisi itu menbawah 7 permata mutu manikan 14 pengiring yg terdiri 7 panditha/ penghulu agama (samogat, pamegat) 7 pejabat (rakyan) singasari seperti Mahisa Anabrang, Idrawarman dll melengkapi sampainya Arca Amongapasha sebagai hadiah Raja Singasari. Sebagaimana yg terterah dalam prasasti yg berbunyi:
  1. Bahagia ! Pada tahun Śaka 1208[1286 dalam hitungan masehi] bulan Bādrawāda, hari pertama bulan naik, hari Māwulu wāge, hari Kamis, Wuku Madaṇkungan, letak raja bintang di baratdaya
  2. tatkala itulah arca paduka amongapashalokeśwara dengan empat belas pengikut serta tujuh ratna permata dibawa dari bhūmi jāwa ke swarnnabhūmi, supaya ditegakkan di dharmmāśraya,
  3. sebagai hadiah śrī wiśwarūpa kumāra. Untuk tujuan tersebut pāduka śrī mahārājādhirāja kṛtanagara wikrama dharmmottunggadewa memerintahkan rakryān mahā-mantri dyah adwayabrahma, rakryān śirīkan dyah sugatabrahma dan
  4. samagat payānan hań dīpankaradāsa, rakryān damun pu wīra untuk menghantarkan pāduka Amoghapāśa. Semoga hadiah itu membuat gembira segenap rakyat di bhūmi mālayu, termasuk brāhmaṇa, ksatrya, waiśa, sūdra dan terutama pusat segenap para āryya, śrī mahārāja śrīmat tribhuwanarāja mauliwarmmadewa.                                                                                                    dari prasasti ini tentu dapat di lihat dengan jelas bahwa expedisi pamalayu berjalan damai dan sama sekali tidak tertulis dalam serat negara kertagama dan serat kakawin tentang perperangan dalam expedisi itu.dan di tambakan pula pahatan pada zaman adtyawarman pada tahun 1347 yg berbunyi
  5. Salam sejahtera.
  6. Dia, yang memelihara keyakinan dengan benar, Dia, yang memiliki jiwa yang besar, Dia, yang berbudi luhur yang selalu dicintai, Dia, yang mengetahui isi kitab suci, Dia, yang paling unggul, yang sangat taat dan melatih diri, dan Dia yang berkarakter mulia, Dia, yang semua ini karena sandoha Anda dan harapan Anda, Dia yang mengetahui dan mengalahkan musuhnya, Dia yang membenci (kegelapan) perpecahan, Dia yang paling hebat, Dia adalah Ādityavarmodaya.
  7. Dia yang diberkahi dengan semua kebajikan, Dia yang sangat berpengalaman dalam perdagangan senjata, dan fasih dalam segala ilmu, Dia bagaikan lautan kebajikan seperti yang diharapkan oleh umat Buddha, Dia yang tahu bagaimana menangani hal-hal dengan bijaksana, Dia yang mengisi tubuh dan nafsunya dengan kemurnian, Dia yang mencapai apa-apa, Dia yang telah memperoleh kekayaan dan emas, Dia Deva (Kṣatriya) Tuhan, para Patih.
  8. Pratista kehormatan Buddha telah dilakukan oleh Acarya (Pendeta guru) Dharmaśekhara, atas nama Gagaṇagañja, Dia yang rendah hati seperti Mañjuśrī, telah ditahbiskan untuk keselamatan (persatuan) dan kebahagiaan dari semua makhluk oleh Devair Amoghapāśa, Dia Raja yang Mulia Ādityawarmman.
  9. saat Matahari pada orbitnya di tahun 1269 Saka saat bulan purnama pada waktu posisi bintang di utara; yoga di Siddhi, dan setengah jam Kāruṇya; muhūrta svarāt; memulihkan keadaan sebelumnya
  10. Salam (untuk anda), dari dukungan seluruh dunia, yang menguasai emas, yang mengetahui segala tingkatan hidup dan sosial.
  11. Dia yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Mahayana yang tiada terbatas, Dia yang telah menaklukan bahaya dan mengumpulkan seluruh permata dari jari-jari musuhnya, Dia di antara para penguasa di dunia ini, Dia yang telah mencapai keagungan.
  12. Maharājādhirāja Śrīmat Śrī-Udayādityavarmma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Varrmmadeva, Dia yang berkuasa untuk diketahui semua.
  13. di negeri yang memiliki emas, indah dengan kicauan burung dan gajah serta aroma hutan menyenangkan yang dihiasi oleh peri surga dengan kolam yang dikunjungi oleh Mātaṅginiśa dan Asura'.
  14. Tuan dari semua Dewa, sandoha yang sangat berlimpah hāhā
  15. hāhāhūhū, yang dinikmati, indah bagaikan bulan purnama saat posisi rasi bintang yang baik, yang dihiasi oleh kebaikan hatinya, dan di bawah nama Udayawarmmagupta, pemimpin dari semua penguasa dunia, yang telah melepas dari bentuk Jina datang ke bumi untuk membantu dunia menghapus perasaan hampa di Mātaṅgini (ratu).
  16. Semoga  dari Mātaṅgini yang melindungi bumi ini dari pembusukan, menikmati harta yang telah dikumpulkan karena prestasinya sebagai prajurit, dengan kekuatan kemurahan (pengampunan), Dia yang bersabar, Dia yang menahan diri, Dia yang rendah hati dari keturunan yang sangat baik, Dia, Patih  yang telah menunjukkan keunggulannya dalam menghukum orang jahat.
  17. Patung yang berdiri ditempat pemujaan Buddha (Jina) ini adalah Tuan yang Mulia Amoghapasa sebagai sinar Udaya (Matahari terbit) yang indah.
  18. Dengan tangan (kekuasaan) yang setuju dengan kebenaran, mereka yang telah mencapai ketenaran dengan menaklukkan musuh-musuh kerajaan, yang memiliki penampilan bagaikan seperti anak panah Tuhan, demi kemenangan tertinggi untuk Malayapura, yang berpengalaman dalam segala hal, yang unggul dan diberkahi dengan banyak kebajikan, Dia adalah deva-tuhan, para (patih) raja muda.
  19. Udaya yang bersinar di atas gunung (Matahari terbit) berbakti kepada Udaya Udaya yang rendah hati, yang ditakuti musuh, yang mulia di bumi ini  tambahan ini di guratkan setelah beliau di anugrahi pangkat rakyan maha mentri hino (gubernur jendral) pangkat tertinggi sesudah maharaja..sehingga di sebutlah beliau Adityawarman berarti wakil penguasa jadi bukan berperisai matahari dong.... kalau dia cuma wakil penguasa jadi siapakah sang penguasa ????? tentulah Kertanegara, dan Tribuanatunggadewi ......dan kata yg berarti matahari itu udaya hehehehe....jelas toooooh ?!.... jadi maksud nama para raja pada masa lalu yg di ujungi Warman maksudnya yg berkuasa.,,,,,,dan tidak tunduknya sunda di bawah kebesaran Majapahit dan dapat kita simak dari peristiwa perang bubat dalam kidung sundayana. Dimana pada kisah itu dapatlah terlihat keculasan hati gaja mada ....sampai akhirnya Dyah Pitaloka bunuh diri setelah Kijar seorang prajurit sunda yg masih hidup menyampaikan pesan padanya bahwa 300 ratus keluarga sunda habis di bantai oleh 10000 ribu tentara Gaja mada. Dan di kisahkan dalam peristiwa itu Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama mpuh sungging prabakara, tapi alasan yg paling utama adalah masalah politik dimana majapahit membutuhkan kerajaan sunda sebagai sekutunya mengingat  msh ada tali persaudaraan antara sunda dan majapahit, lewat Dyah Lembuh Tal. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit. Menurut Kidung Sundayana timbul niat Mahapatih Gaja Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi sumpah palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari semua kerajaan di jawa Dwipa yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sundalah yang belum dikuasainya. Tapi sayang sekali raja Linggabuana merasa bukan orang taklukan maka di tentangnyala Gaja Mada hingga seluruh orang sunda di bubat tewas di keroyok bayangkara majapahit yg di pimpim Gaja Mada. Hayam Wuruk sangat malu dgn peristiwa itu ia pun sangat terluka karna orang yg di gandrunginya sudah menjadi mayat di hadapanya dan Gaja Mada sekali lagi melakukan kesalahan sejak itu pamor Gaja Mada pudar dan di musuhi para petinggi majapahit. Dan dalam peristiwa itu lagi2 keluarga Arya Damar yg terpaksa turun tangan yaitu rombangan Darmadyaksa yg di bali mereka menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yg sebesar besarnya atas peristiwa itu dan di hadapan mangkubumi kerajaan sunda hyang bunisora dan berjanji tidak akan pernah lg mengganggu tanah sunda dan akan di buatkan kidung sundayana sebagai pengingat peristiwa itu agar tak terulang pada masa yg akan datang dan dari itu dapatlah kita lihat bahwa tanah sunda saja tidak pernah menjadi taklukan majapahit baik sebelum maupun sesudah perang bubat. Lalu bagaimana mungkin dikatakan bahwa semenanjung melayu dan tumasik juga masuk dalam wilayah majapahit pada masa itu?... inilah cacat sejarah yg harus kita luruskan. Tumasik dan sebagian semanjung melayu adalah kekusaan Siam adapun yg berkuasa di tumasik adalah Temagi Bangsawan dari Siam. Temanggi tewas di bunuh Parameswara pada tahun1324i(di  perkirarakan ini tahun saka) tapi ini tahun yg masih di ragukan karna bisa jadi tahun ini lebih tua sekitar 20 tahun bila kita rentetkan pada semua peristiwa pada masa majapahit. adapun Parameswara adalah seorang bangsawan majapahit bukan sriwijaya karna pada masa itu kontrol sriwijaya pada palembang dan sekitarnya sudah berakhir inilah rentetan silsilahnya sebagai berikut; Parameswara bin Ranamenggala bergelar sang nila utama(brhee pandan salasa/ buyut padang selaso petilasanya di bukit besar palembang) bin raden sotor bin cakradara/ kertawardana. Kemudian terjadilah perselisihan antara sesama bangswan majapahit Parameswara di anggap pembangkang maka di seranglah ia oleh bayangkara majapahit dan para pengikut setia dan parameswara hijrah ke singapura dan membunuh penguasa di sana. Setelah dirinya berada dalam bahaya karna di incar kerajaan siam dan majapahit maka parameswara hijrah ke melaka lalu menjadi  seorang muslim di tiongkok dan menikahi putri pasai. Adapun setelah Parameswara mengirimkan upeti pada kaisar Yung Lo di tiongkok Parameswara banyak berkumpul dengan pedagang arab dan Parameswara terinspirasi oleh kehebatan laksamana cheng ho(sam po kong sam po tay jen) dan dia sadar bahwa tanah malaka butuh kekuatan baru dan islam adalah pilihanya. Sekarang kita buka lembaran tentang perang banten palembang yg mana pada perang ini bukanlah perang kafir seperti pada tutur orang2 di banten tapi ini perang politik ekonomi dan dendam turun temurun  antar darah demak ini kisah fitnah dari mulut pangeran mas Putra Arya Panggiri yg mulutnya berlumuran darah ksatria banten dan palembang di ceritakan pada saat solat jumat pangeran mas menyampaikan kepada sultan muhamad banten bahwa palembang msh kafir dan harus di islamkan hal ini di fikirkan oleh sultan muhamad pertama mengislamkan palembang adalah perbuatan mulia dan jika palembang sudah di kuasai maka jalur sahang/ lada di lampung akan lebih muda di jalankan lalu di undangnyalah para senopati dari mataram cirebon lampung dan demak untuk mengatur penyerangan ke palembang hal ini sempat di cegah oleh para penasehat banten dan cirebon pertama banten ini sudah makmur dan rasanya tidak mungkin palembang masih kafir. Tapi semangat muda sultan tak dapat lagi di cegah lalu di berangkatkanlah 200 kapal perang ke wilayah palembang saat itu ada pula serangan lampung ke palembang yg di pimpim Menak Rio tabuhan/ Minak Rio Mangkubumi  karna pada saat itu lampung adalah wilayah bawahan banten..dan seperti bunyi prasasti lamun banten di hareup lampung di buri lamun lampung ning hareup banten ning buri . perang pertama ini terjadi pada masa pemerintahan madi angsoko di palembang (bermakam di cinde areal candi angsoko palembang) adapun tahun perang itu pada thn 1596 perang ini berakhir dengan kemenangan palembang setelah tewasnya sultan muhamad dan raja lampung minak rio tabuhan/minak rio mangkubumi dan beberapa senopati banten seperti panglima jaga lautan adapun tewasnya sultan banten ini dengan tikaman pusaka tiga sakti yg pernah di miliki Arya Damar. Sampai sekarang tuah pusaka tiga sakti masih di percaya dan di simbolkan masyarakat sumsel di mana sejata tikamnya di beri lambang pusaka tiga sakti yg menurut pandangan awam masarakat palembang lading Cap Garpu padahal itu bukan garpu tapi pusaka tiga sakti yg pahatkan di pisau tikam sumsel dan bukan pula pisau tikam sumsel asal muasalnya dari solingen germany karna sejak jaman dahulu belati sudah di kenal dipahatkan pada candi di lambangkan pada arca bhirawa situs padang roco.. tahun 1662 banten palembang kembali meradang  padahal saat itu palembang dalam keadaan tidak siap perang adalah seorang sakti yg bernama Buyut Embeh (bermakam di oki sumsel) yg jadi penyelamat palembang hanya dengan sebuah taktik lucu tiba2 pasukan banten surut dari arena perang. Adapun pada saat itu bangka dalam kekuasaan banten Adipati Nusantara yg memimpin di sana dan patihnya bernama Ratu Bagus setelah Adipati Nusantara wafat maka putri tunggalnya di nikahi sultan palembang ini terjadi pada tahun 1701 pada masa pemerinthan Susuhunan Abdurahman (bermakam di cinde areal candi walang) nah inilah masa yg sempat sejuk antara banten dan palembang karna pada saat itu pasukan palembang pada performa yg bagus sehingga patih Ratu Bagus sampai harus mundur saat berhadapan dengan prajurit palembang yg di pimpim panglima Padma dan patih Raden Kelip [bermakam di cinde area candi walang palembang] hingga pada tahun1730 lampung jatuh dalam kekuasaan kesultanan palembang masa sultan mahmud badaruddin 1.    tahun 1773 armada banten datang lagi dan berusaha untuk merebut jalur perdagangan di tulang bawang lampung lagi2 banten keteter dalam perang ini pasukan banten terkepung dari hulu dan hilir sungai adalah yg menjadi penyelamat banten waktu itu adalah pimpimnan VOC di way kanan  Reiner De Klerk yg mendamaikan dan peristiwa itu terjadi pada masa sultan Ahmad Najamuddin 1 palembang (bermakam di bom baru)semua rentetan sesuai dengan silsilah masa sultan di palembang Nama Sultan Kesultanan Palembang Darussalam Tahun Memerintah (Hijriyah/Masehi)
    1 Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Imam
    (dimakamkan di Kompleks Pemakaman Candi Walang) 1069-1118 1659-1706
    2 Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman Kebon Gede 32 ilir) 1118-1126 1706-1714
    3 Sultan Anom Alimuddin
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman Kebon Gede 32 ilir) 1126-1126 1714-1714
    4 Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman 1 ilir) 1126-1136 1714-1724
    5 Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB I)
    (Kompleks Pemakaman Gubah Utama / Kawah Tekurep) 1136-1171 1724-1758
    6 Sultan Ahmad Najamuddin ( I ) Adi Kusumo
    (Kompleks Pemakaman Gubah Tengah / Kawah Tekurep) 1171-1190 1758-1776
    7 Sultan Muhammad Bahauddin
    (Kompleks Pemakaman Gubah Luan / Kawah Tekurep ) 1190-1218 1776-1803
    8 Sultan Mahmud Badaruddin (SMB II)
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ternate/Maluku) 1218-1236 1803-1821
    9 Sultan Ahmad Najamuddin ( II ) Husin Diauddin
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman Kawah Tekurep /
    Pindahan dari Jakarta) 1228-1233 1813-1818
    10 Sultan Ahmad Najamuddin ( III )Pangeran Ratu
    (Dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ternate/Maluku) 1234-1236 1819-1821
    11 Sultan Ahmad Najamuddin ( IV )Prabu Anom
    (Dimakamkan di Manado/Sulawesi Utara) 1238-1240 1821-1825    ini sebagian sejarah yg saya luruskan dan saya yakin masih banyak orang2 yg sehaluan dengan saya mari kita benahi carut marut sejarah kita karna ini akan menjadi simbol bagaimana sikap bangsa ini pada masa yg akan datang sudah muak kita di suapi kebohongan di nina bobokan  dengan kebohongan ketidak jelasan masalah supersemar masalah G 30 S / PKI  dan banyak lagi masalah yg lain kita di tipu oleh sejarah sejarah kita sendiri dan jangan kita biarkan generasi penerus ikut mencicipi ini____ salam sejahtera (Ratu Wijaya)

10 komentar:

  1. silahkan anda copy tulisan ini dan sebar luaskan dan jika anda punya bukti tulisan saya salah silahkan anda utarakan... saya butuh saran dan kritik anda

    BalasHapus
  2. mr jimmy wales itu orang bule yg mendata sejarah indonsia tapi dia tidak mendapat sumber yg akurat makanya tulisanya banyak ngawuuur hehehehe salam sejahtera....

    BalasHapus
  3. KALO BEGITU BANYAK AHLI TIPU DALAM NEGARA INI

    BalasHapus
  4. mantap gan......kok sejarah indonesia di dikte oleh orang bule...kapir lagi...percaya tuh

    BalasHapus
  5. Saya ini keturunan Kesultanan Palembang, saya sendiripun heran selama ini, apakah iya tanah Palembang merupakan tanah jajahan Mataram/demak, saya rasa Tidak, dan tidak akan mungkin. Terima kasih. Kiagus Thomas Kusuma Wardana.

    BalasHapus
  6. Selama ini sejarah mengatakan bahwa Palembang tanah taklukkan Demak/Mataram Islam, buat saya itu adalah omong kosong luar biasa bohong.

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  8. Wah Kebetulan saya juga sedang cari kebenaran sejarah dan juga mau share buat teman semua, ini salah satu link yang saya sempat baca :

    http://gardabahari.blogspot.com/2012/02/perang-bubat-sebuah-kebohongan-para.html

    BalasHapus